Penelitian xaNtonin

xaNtonin @obat24 instagram

2003 Dimulai penelitian untuk mendukung peningkatan kuantitas ekspor buah manggis segar berkualitas tinggi, serta pengolahan buah offgrade

2005 Mulai fokus pada ekstraksi xanthones dari kulit manggis, untuk mendapatkan metode ekstraksi yang menjamin aktivitas antioksidan xanthones tetap sangat tinggi

2008 Ekstrak xanthones mulai diproduksi pertama kali di Indonesia dalam bentuk cair

2009 Kapsul ekstrak kulit manggis dengan nama xaNton dikemas dalam botol sederhana mulai diproduksi dan diedarkan sendiri

2013 Keluar izin edar dari BPOM terhadap kapsul ekstrak kulit manggis dengan merek xaNtonin (pengganti nama xaNton), dikemas double dengan kemasan botol dan kotak karton


 

Penemuan, Pengembangan, Penelitian Antioksidan Super xaNtonin

Buah Manggis : Ratu segala buah
Buah manggis dikenal dengan julukan ‘Queen of Fruits’ baik di Indonesia maupun internasional. Sebutan tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Ratu dari segala buah ini memiliki karakter unik, mulai dari dagingnya yang putih, lembut, dan manis, kemudian kulitnya yang digunakan sebagai pewarna alami, dan pada penelitian terbaru, ekstrak kulit manggis dapat digunakan sebagai obat, suplemen, dan antioksidan super.

 

Antioksidan super
Seperti yang telah kita ketahui, buah dan sayur merupakan sumber antioksidan alami. Meski begitu, buah dan sayur  yang ada di pasaran saat ini  telah banyak terkontaminasi pembasmi hama seperti pestisida. Dengan racun hama yang menempel pada buah atau sayur, khasiat dan manfaat sebenarnya jadi kurang maksimal dan justru membahayakan jika tertelan dan mengendap di dalam tubuh selama bertahun-tahun. Karena itu, para peneliti telah mengembangkan berbagai penelitian terkait ekstraksi dari buah-sayur. Salah satunya hasilnya adalah ekstrak kulit manggis yang dapat dikatakan sebagai antioksidan super, seperti buahnya yang dikatakan sebagai Ratu Segala Buah.

 

Penelitian Ekstrak Kulit Manggis
Banyak ahli melakukan research untuk mendapatkan kemurnian dari buah manggis. Salah satunya adalah Dr. Ir. Raffi Paramawati, M.Si yang merupakan researcher asli Indonesia, kelahiran Yogyakarta. Menyelesaikan studi Strata-1 di Fakultas Teknologi Pertanian jurusan Pengolahan Hasil Pertanian UGM. Kemudian melanjutkan Strata-2 Program Pasca Sarjana Teknologi Pasca Panen dan Strata-3 Program Pasca Sarjana Ilmu Pangan di IPB dengan penelitian disertasinya yang dilakukan di NFRI Jepang dan Post Doctoral Program di MSU USA. Beliau melakukan penelitian mengenai Manggis sejak 2003 hingga sekarang dan biofarmaka sejak 2008 hingga saat ini. Hasil usaha Dr. Ir. Raffi Paramawati, M.Si tidak sia-sia, karena beliau menemukan cara yang mampu mempertahankan zat aktif xanthones dengan kualitas prima meski telah mengalami proses ekstraksi.
Produksi ekstrak ‘xanthones‘ kulit manggis

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan (dan masih terus diteliti), produk berbahan baku ekstrak ‘xanthones’ pun diproduksi pertama kali dalam bentuk cair. Akan tetapi, pada saat itu, orang masih belum mengenal khasiat super dari kulit buah manggis ini dan karena harganya yang mahal, masyarakat kurang tertarik untuk mengonsumsinya. Tidak berhenti sampai disitu, Dr Raffi melanjutkan produksinya dalam bentuk lain, yaitu kapsul ‘xanthones‘. Kapsul dengan brand rintisan ‘xaNton’ mulai diedarkan menggunakan packaging sederhana untuk kalangan sendiri yang mendapatkan respon dan menghasilkan testimoni yang sangat baik. Pada tahun 2013, xaNton yang didaftarkan ke BPOM dengan nama xaNtonin dan dikemas dengan lebih rapi (botol dan kardus) mulai dijual kepada masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *